GuidePedia

ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART)

BAB I
STRUKTUR PAGUYUBAN

Pasal 1
STRUKTUR KEPEMIMPINAN

Struktur kepemimpinan:
  1. Pembina dan Pelindung
  2. Penasehat
  3. Pengurus

Pasal 2
PERAN DAN FUNGSI

Peran dan fungsi struktur kepemimpinan:
  1. Pembina dan Pelindung

    a. Melakukan pembinaan terhadap pengurus maupun anggota Paguyuban.
    b. Melindungi keberadaan Paguyuban.

  2. Penasehat

    Penasehat secara perorangan dapat memberikan saran, masukan ataupun pertimbangan secara lisan ataupun tertulis kepada kepengurusan untuk kemajuan Paguyuban.

  3. Pengurus

    a. Bertanggung jawab atas berjalannya roda Paguyuban.
    b. Membentuk satuan tugas untuk mendukung pengamanan wilayah Paguyuban.
    c. Membuat rencana kerja selama 6 (enam) atau 1 (satu) tahun.
    d. Membuat keputusan atau kebijakan yang strategis untuk kesejahteraan anggota dan masyarakat.
    e. Membuat dan melaporkan laporan pertanggungjawaban 6 (enam) bulanan kepada musyawarah Paguyuban.
    f. Melakukan evaluasi capaian program kegiatan sesuai dengan rencana kerja yang telah dibuat.

Pasal 3
SUSUNAN STRUKTUR KEPEMIMPINAN

Susunan struktur kepemimpinan Paguyuban:
  1. Pembina dan Pelindung adalah

    1.1. Kepala Desa Mekarwangi
    1.2. Kepala Dusun Rinduwangi
    1.3. Kepala Dusun Pajagan
    1.4. Perorangan atau orang yang dipilih atau ditunjuk dan disepakati bersama dalam musyawarah.

  2. Penasehat adalah perorangan atau orang yang dipilih atau ditunjuk dan disepakati bersama dalam musyawarah.
  3. Pengurus terdiri dari:
    a. Seorang Ketua
    b. Seorang Wakil Ketua
    c. Seorang Sekretaris
    d. Beberapa Wakil Sekretaris
    e. Seorang Bendahara
    f. Beberapa Wakil Bendahara
    g. Koordinator dan anggota koordinator di tiap wilayah
    h. Seksi-Seksi menurut kebutuhan


Pasal 4

Kepengurussan Paguyuban menjabat selama 5 (lima) tahun, untuk selanjutnya diadakan pemilihan kembali.


BAB II
KEANGGOTAAN

Pasal 5

Syarat-syarat menjadi anggota:
  1. Setiap calon anggota Paguyuban mengajukan diri secara tertulis dengan mengisi Formulir Pendaftaran Anggota dan diverifikasi oleh Korwil/RT dan Ketua.
  2. Melampirkan Foto Copy identitas diri (KTP/SIM/KITAS lainnya) 1 lembar.
  3. Melampirkan Foto Berwarna terbaru ukuran 3X4 sebanyak 2 lembar.
  4. Membayar Administrasi untuk pembelian pakaian seragam Paguyuban.


Pasal 6
  1. Setiap anggota diberi kartu tanda anggota (KTA).
  2. Kartu tanda anggota ditandatangani oleh ketua.
  3. Pemberian kartu tanda anggota diatur oleh pengurus.


Pasal 7
  1. Setiap Anggota yang mempunyai pandangan kritik, saran dan pertanyaan dapat diajukan kepada Paguyuban melalui saluran yang telah ditentukan.
  2. Pengurus Paguyuban agar mempertimbangkan dan memperhatikan serta mendatangani seperti yang disebutkan pada ayat 1 sepanjang tidak bertentangan dengan AD dan ART serta peraturan Paguyuban.


Pasal 8

Masa keanggotaan berakhir apabila:
  1. Mengundurkan diri
  2. Meninggal dunia
  3. Diberhentikan karena pelanggaran berat atau mencemarkan nama baik Paguyuban.


Pasal 9

Mekanisme pemberhentian anggota:
  1. Pemberhentian anggota dilakukan melalui Rapat Pengurus yang dihadiri Pelindung dan Penasehat dengan memperhatikan aspirasi anggota.
  2. Sebelum dilakukan pemberhentian terhadap anggota terlebih dahulu diberi teguran lisan dan surat teguran sebanyak 3 (tiga) kali.
  3. Pemberhentian terhadap anggota yang mempunyai jabatan struktural di organisasi terlebih dahulu dilakukan pemberhentian sebagai pengurus.
  4. Anggota yang akan diberhentikan terlebih dahulu diberikan kesempatan menyampaikan pembelaan kepada Pengurus yang dihadiri oleh Pelindung dan Penasehat.
  5. Jika ternyata tidak bersalah Pengurus berkewajiban memperbaiki nama baik/merehabilitasi nama baik anggota.



BAB III
HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA

Pasal 10
HAK ANGGOTA

Hak-hak anggota diantaranya:
  1. Setiap anggota berhak mengeluarkan pendapat secara lisan/tertulis dalam rapat-rapat dan pertemuan Paguyuban, memiliki hak suara sebagaimana ketentuan AD/ART Paguyuban.
  2. Berhak memilih dan dipilih sebagai Pengurus.
  3. Berhak memperoleh perlindungan, pembelaan, pembinaan dan pengembangan serta memanfaatkan fasilitas yang diusahakan Paguyuban.


Pasal 11
KEWAJIBAN ANGGOTA

Kewajiban-kewajiban anggota:
  1. Berkewajiban menjaga dan menjunjung tinggi kehormatan nama baik Paguyuban.
  2. Berkewajiban memperjuangkan dan mewujudkan visi dan misi serta program-program Paguyuban.
  3. Berkewajiban mentaati dan melaksanakan AD/ART Paguyuban serta peraturan dan ketentuan Paguyuban dengan rasa penuh tanggung jawab.



BAB IV
SUSUNAN, KEDUDUKAN DAN TUGAS
KEPENGURUSAN PAGUYUBAN

Pasal 12


  1. KetuaMemimpin Paguyuban dan bertanggung jawab atas semua kegiatan dan kebijakan Paguyuban, baik kedalam maupun keluar.
  2. Wakil Ketua
    a.
    Mewakili ketua apabila berhalangan.
    b. Mengkoordinir kegiatan Paguyuban sesuai dengan pembagian tugasnya.
  3. Sekretaris
    a.
    Bertanggung jawab atas kelangsungan jalannya kesekretariatan, administrasi dan kegiatan-kegiatan Paguyuban.
    b. Membantu ketua dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.
    c. Secara koordinatif membantu wakil-wakil ketua, Koordinator Wilayah dalam melaksanakan tugasnya.
  4. BendaharaBertanggung jawab untuk mengusahakan, menghimpun dan mengelola keuangan organisasi dengan tertib, baik dan benar.
  5. Koordinator Wilayah (Korwil/RT)Mengkoordinir pelaksanaan program kegiatan semua seksi-seksi dan merupakan struktur tertinggi di wilayah yang diharuskan dapat mengajak, mengarahkan dan memotivasi anggota di masing-masing wilayah.
  6. SeksiBertanggung jawab dalam perencanaan dan pelaksanaan serta evaluasi segala kegiatan-kegiatan sesuai bidang kerja seksi masing-masing.
  7. Uraian tugas, wewenang dan tanggung jawab struktur Paguyuban yang telah terinci akan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Paguyuban (PP).


BAB V
KEPUTUSAN DAN LAPORAN

Pasal 13
  1. Setiap keputusan musyawarah adalah keputusan yang mengikat dalam Paguyuban, oleh karena itu semua anggota Paguyuban tidak dapat mengganggu gugat dan harus tunduk dalam keputusan itu.
  2. Setiap jenjang struktur Paguyuban harus memberikan laporan kegiatan kepada jenjang diatasnya, baik diminta maupun tidak diminta.



BAB VI
PERGANTIAN ANTAR WAKTU

Pasal 14


  1. Jabatan kosong antar waktu dapat terjadi karena:

    a. Meninggal dunia
    b. Mengundurkan diri atas permintaan sendiri
    c. Diberhentikan
  2. Kewenangan untuk memberhentikan sesuai dengan maksud pada ayat 1 (satu) C (huruf C), adalah melalui Rapat Pengurus Paguyuban yang dihadiri oleh Pelindung dan Penasehat dengan memperhatikan aspirasi anggota.


Pasal 15

Pengisian jabatan kosong antar waktu diputuskan dalam Rapat Pengurus Paguyuban yang dihadiri oleh Pelindung dan Penasehat dengan memperhatikan aspirasi anggota.


BAB VII
MUSYAWARAH DAN RAPAT-RAPAT

Pasal 16
  1. Musyawarah Paguyuban adalah pemegang kekuasaan tertinggi yang dilaksanakan 6 (enam) bulan atau 1 (satu) tahun sekali
  2. Rapat koordinasi Pengurus maupun Pengurus dengan seluruh anggota dapat dilakukan secara berkala guna tercapainya efektivitas sosialisasi dan pelaksanaan program kerja.



BAB VIII
KEPUTUSAN

Pasal 17
KUORUM
  1. Kuorum adalah batas minimal jumlah suara yang dibutuhkan untuk pengambilan suatu keputusan.
  2. Untuk setiap pengambilan keputusan yang prinsip perlu dilakukan pemeriksaan kehadiran peserta Rapat untuk pengecekan kuorum.
  3. Rapat disegala tingkatan dinyatakan sah apabila dihadiri oleh > 50% dari jumlah yang berhak hadir.
  4. Jika dalam rapat anggota dan rapat kerja di segala tingkatan dana atau rapat-rapat lainnya yang hadir tidak memenuhi kuorum dan setelah ditunda sekurang-kurangnya 1 (satu) jam, maka rapat dapat dilanjutkan dan keputusan dianggap sah jika disetujui oleh 2/3 (dua pertiga) dari yang hadir dan memiliki hak suara.


Pasal 18
PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Keputusan diambil melalui 3 (tiga) tahap, yaitu:
  1. Musyawarah untuk mufakat
    Musyawarah untuk mufakat adalah pengambilan keputusan yang berdasarkan pemufakatan melalui proses musyawarah atau dialog terbuka.
  2. Aklamasi
    Aklamasi adalah pengambilan keputusan yang ditawarkan dan disetujui lebih dari 2/3 (dua pertiga) dari peserta yang hadir.
  3. Vooting
    Vooting adalah pengambilan keputusan yang berdasarkan pemungutan suara secara terbuka/tertutup kerena tidak adanya permufakatan


»» Apabila setelah diambil vooting, hasil suara berimbang maka diulangi sekali lagi, jika hasil masih berimbang maka hasil keputusan diserahkan kepada pimpinan rapat.


BAB IX
LAMBANG, MAKNA LAMBANG DAN BENDERA

Pasal 19

Lambang/Logo Paguyuban


  1. Makna lambang PR:
    a. Lambang Paguyuban ini digunakan sebagai lambang resmi PR.
    b. Lambang Paguyuban melambangkan kemantapan, perdamaian, persatuan dan dinamika Paguyuban.
    c. Tulisan PR yang terdapat pada inti atau tengah-tengah lambang merupakan singkatan dari nama organisasi/paguyuban.
    d. Kujang yang mengapit tulisan PR dan berdiri tegak serta kokoh melambangkan hubungan vertikal makhluk dengan Khaliknya (manusia dan Tuhan-nya), selain itu juga kujang merupakan alat tradisional serbaguna yang dikenal pada hampir setiap rumah tangga Sunda dimasa lampau dan apabila perlu dapat digunakan sebagai alat penjaga diri, dan 5 (lima) lubang pada kujang tersebut melambangkan 5 (lima) sila pada dasar negara Pancasila.
    e. Gagang/pegangan kujang berupa kepala harimau merupakan simbol kekuatan dan keberanian.
    f. Gunung, adalah lambang yang menunjukan Rinduwangi berupa daerah pegunungan, yaitu dibawah Gunung Madati (Gunung Bitung).
    g. Pita merah yang menyangga lingkaran dan bertuliskan Rinduwangi, mengandung makna bahwa PR menjunjung tinggi solidaritas yang terikat kuat dalam jiwa dan berani memperjuangkan kebenaran dan keadilan serta sigap dan ikhlas dalam tolong menolong.
    h. Lingkaran bergaris tepi putih dan di dalamnya bertuliskan Paguyuban, mengandung makna persatuan, kesatuan dan institusi yang dinamis serta memiliki keinginan dalam hati yang serasi, teguh pendirian, fleksibel, jujur dan berkesinambungan.
  2. Makna warna:
    a.
     Warna Putih yang merupakan warna dasar/background yang nampak pada tepian lambang diartikan suci/tulus, mencerminkan masyarakat yang Agamis.
    b. Warna Ungu yang merupakan warna lingkaran Paguyuban diartikan kekayaan budi, kebijaksanaan dan bermartabat.
    c. Warna Biru yang merupakan warna langit pada lambang menyiratkan profesionalisme, pemikiran yang serius, integritas, ketulusan dan ketenangan serta otoritas dan kesuksesan dalam Paguyuban.
    d. Warna Hijau diartikan subur, damai, gemah ripah lohjinawi.
    e. Warna Merah diartikan keberanian, percaya diri dan pantang menyerah dalam meraih tujuan bersama.
    f. Warna Hitam melambangkan kekuatan dan ketegasan.
    g. Warna Kuning diartikan sebagai kekayaan duniawi atau cahaya kelegaan, kelapangan.



Pasal 20

Bendera PR berbentuk 4 (empat) persegi panjang yang di dalamnya berisi lambang/logo dan dibawahnya bertuliskan moto Paguyuban, dan logo tersebut diapit oleh 2 (dua) Maung Bodas (Harimau Putih) yang mana merupakan simbol masyarakat Tatar Sunda. Ikon tersebut diambil dari ikon Prabu Siliwangi Sri Baduga Maharaja yang memiliki makna berwibawa, bertuah, berkepribadian tulus dan ikhlas.



Panji Paguyuban
BAB X
KETENTUAN LAIN-LAIN

  1. Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini, akan diatur kemudian dalam Peraturan Paguyuban (PP).
  2. Susunan kepengurusan Paguyuban 2015-2019 terlampir.
  3. Anggaran Rumah Tangga ini disahkan dan berlaku sejak tanggal ditetapkan.




Ditetapkan di : Bandung

Pada tanggal : 17 Mei 2015


 
Top